Showing posts with label Era. Show all posts
Showing posts with label Era. Show all posts

Monday, 18 February 2008

Al-Wala’ Wal-Bara’

Loyalitas dan Antiloyalitas Dalam Islam

Penulis : Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani
Penerbit : Era Intermedia
Halaman : 528 halaman
Harga : Rp. 85.000,-

Ketika seorang muslim mengucapkan syahadat, yang berarti Tiada tuhan selain Allah, berarti dia telah memproklamasikan sikap hidupnya baik kepada Allah maupun kepada sesame manusia. Bahkan di hadapan seluruh makhluk di alam semestan ini.

Dalam kamilat syahadat ada pernyataan menolak dan menerima, cinta dan bendi, menolong dan memusuhi, loyal dan berlepas diri. Komitmen yang diucapkan dalam kalimat syahadat ini menuntut perwujudannya dalam realitas kehidupan. Kepada siapa ia mempersembahkan cinta dan loyalitasnya dan kepada siapa pula ia menunjukkan kebencian dan antiloyalitasnya.

Buku yang ditulis oleh aktifis da’wah yang berwawasan luas ini membahas secara detail konsep wala’ dan bara’ dalam Islam. Buku ini layak dibaca oleh setiap muslim agar tidak salah langkah dalam mengaktualisasikan keislamannya di tengah komunitas social yang baik dengan sesame muslim maupun dengan selainnya.

Selamat mengkaji.

Wednesday, 13 February 2008

Fiqih Dakwah

Penulis: Jum'ah Amin Abdul 'Aziz
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Halaman : 412 halaman
Harga : Rp. 50000,-

Dakwah adalah sebuah aktivitas yang terutama bersentuhan dengan manusia dan kemanusiaan. Seringkali ia menyajikan kepada pelakunya serangkaian permasalahan yang pelik dan rumit, serumit kemanusiaan itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan dai yang berwawasan luas dan memiliki pemahaman yang dalam akan berbagai perangkat yang dibutuhkan; perangkat lunak maupun perangkat kerasnya.

Dakwah berorientasi pembangunan dan perbaikan masyarakat. Namun seringkali -karena kedangkalan wawasan dainya- ia tidak berhasil memberikan kontribusi apapun, tidak juga perwujudan maslahat yang riil. Bahkan terkadang keberadaannya justru memperkeruh suasana dan merusak tatanan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu kita jumpai orang menolak dakwah bukan karena benar-benar ingkar, tapi semata karena buruknya akhlak sang dai, atau dangkalnya pengetahuan dia tentang kaidah-kaidah dakwah.

Buku FIQIH DAKWAH ini menyajikan berbagai resep dakwah, utamanya menyangkut prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah dakwah sebagai acuan bagi para dai dalam bertindak, sekaligus koreksi atas banyaknya fenomena penyimpangan di jalan dakwah.

Tuesday, 22 January 2008

Makelar Dongeng Holocoust

Judul : Makelar Dongeng Holocoust
Isi : 270 hlm.
Ukuran : 13 x 19,5 cm
Harga : Rp. 35000,-



Bagi orang-orang Yahudi, keputusan Musa untuk keluar dari Mesir bersama bani Israil kemudian ‘berputar-putar’ di Sinai menjadi teka-teki. Mengapa Nabi Musa harus ‘kesasar’ selama 40 tahun? Musa dianggap sengaja berkeliling Timur Tengah hanya untuk mencari daerah yang tidak ada minyaknya. Terang saja, Musa a.s. khawatir akan sepak terjang kaumnya yang gila uang. Tanpa uang dan hanya dengan urunan saja, mereka membuat sapi dan menyembahnya di hadapan Harun a.s.

Tak ada yang kaget dengan kelakuan kaum Yahudi. Dari dulu, mereka selalu begitu. Selain sering melawan perintah Tuhan dan membunuh nabi-nabi-Nya, mereka akan melakukan berbagai cara untuk mewujudkan semua keinginannya.Buku ini membahas semua topik kunci tentang Yahudi. Dinding Ratapan (wailing wall), perebutan Yerusalem, Perjanjian Lama (Taurat), holocoust, ghetto, Tanah yang Dijanjikan (promised land), zionisme, Golda Meir Syndrome, The Jewish State, Haikal, Eksodus, anekdot-anekdot, Al-Masih, Armageddon, Ten Commandment (10 Perintah Tuhan), Theodor Herzl, dan Semit.

Karena, untuk menghafal polah Yahudi, Anda tak perlu menjadi Yahudi. Ya, Anda hanya perlu membaca buku ini.

Menjadi Kaya Dengan Sedekah

Judul : Menjadi Kaya Dengan Sedekah

Isi :144 hlm.

Ukuran : 13 x 19,5 cm

Harga : Rp. 20000,-

Sinopsis:

Sepintas, hadits tersebut terasa paradoks. Dalam logika materi, sesuatu yang diambil pasti berkurang nilainya. Demikian juga dengan harta. Ketika disedekahkan, pasti juga berkurang. Lalu apakah sabda Rasul di atas bertentangan dengan logika ini padahal beliau berbicara tentang materi? Apakah beliau berbicara tentang sesuatu yang absurd? Jelas tidak. Jangan-jangan, logika yang dangkal membuat pandangan kita menjadi dangkal pula. Bukankah selama ini kita sering tertipu oleh logika dangkal dalam memandang banyak persoalan, meski biasanya kesadaran akan muncul di saat semua sudah terjadi.

Sungguh, sangat banyak misteri kehidupan sehingga logika sering gagap memahaminya, termasuk di antaranya sedekah. Hal yang kita tahu pasti, betapa banyak pahala dijanjikan Allah dan Rasulullah bagi para penggemar sedekah. Hal ini adalah perspektif akhirat. Hadits di atas berbicara bahwa harta justru bertambah dengan sedekah yang berarti bertambah nominalnya.

Ketika kita sadar bahwa sebenarnya penguasa harta yang sesungguhnya bukanlah kita, tetapi Dia, sumber dari segala wujud, maka logika kita tentu menyerah. Lagi pula, Dia juga yang menciptakan akal pikiran yang mencetuskan logika ini.Buku ini mengajak Anda berkelana ke dunia lain; logika yang lain. Buku ini menyingkap misteri di balik sedekah yang benar-benar dirasakan oleh banyak orang (selain Anda). Dengan menyelami buku ini, diharapkan Anda terdorong meraih misteri ilahiah tersebut dalam sedekah, kemudian Anda akan mendapatkan kenikmatan materi yang tiada pernah diduga sebelumnya.

Thursday, 29 November 2007

Bahagiakan Diri dengan SATU Istri (Best Seller)


Bahagiakan Diri dengan Satu Istri

312 hlm 14 x 20,5 cm

Rp 40000,-

Cahyadi Takariawan


Sejarah kehidupan Nabi mencatat bahwa beliau melakukan monogami selama hampir 25 tahun dengan Khadijah, sedangkan kehidupan berpoligami dijalani selama 10 tahun, sebagaimana diwartakan Aisyah r.a, “Nabi Saw tidak memadu Khadijah hingga dia meninggal dunia” (HR. Muslim)।
Jika sebagian tokoh gencar memperkenalkan poligami sebagai Sunah Nabi yang terkesan ‘harus diikuti’ dengan menegasikan nilai-nilai positif monogami, tentu saja ini aneh। Apalagi pembolehan syariat untuk menikahi hingga empat perempuan pun ditetapkan di zaman ketika kaum lelaki dianggap wajar memiliki puluhan bahkan ratusan istri। Namun di sisi lain, kita juga merasa pilu bila menyaksikan para janda akibat konflik di Ambon dan Ternate yang menghajatkan hadirnya pengganti mendiang suami mereka, sementara mengharapkan jejaka yang secara sukarela menikahinya sangatlah sulit। Di sini kita memahami betapa Islam sangatlah bijak memperbolehkan poligami.Sungguh tidak layak jika masalah poligami yang ramai dibicarakan khalayak harus membuat hati lelaki berbunga-bunga, hati perempuan menjadi kecut, lalu para mubalig disibukkan dengan menjelaskan nilai-nilai positifnya, hanya dengan alasan ‘membela syariat’. Jujur saja, di alam realitas, amalan syar'i yang satu ini memang tidak mudah diwujudkan karena banyaknya faktor yang memengaruhi.Buku ini hadir bukan untuk melibatkan diri dalam ‘komunikasi rumit’ antara pihak lelaki dengan perempuan dalam isu poligami. Namun, ia ingin berbicara lebih bersahaja; memahami ketetapan syariat sekaligus memahami konteks di alam realitas. Sesuai judulnya, karya ini mengungkap lebih jujur berbagai hal seputar indahnya berumah tangga dengan satu istri.